Social Icons

-

Selasa, 26 Februari 2013

MERAMAL KESEHATAN TUBUH DENGAN IRIDOLOGI


Mata adalah salah satu indera yang paling vital pada manusia. Melalui mata, seseorang dapat mengungkap semua kejadian yang ada di sekitarnya. Melalui mata pula, seseorang dapat dilihat kondisi fisik, mental dan spiritualnya.
Barangkali, banyak yang masih ingat tindakan dokter bila sedang memeriksa pasien. Cukup membelalakkan mata pasien untuk mengetahui kesehatan dan penyakitnya. Konon, dalam sebuah perbincangan pun, dapat juga mengetahui isi hati lawan bicara melalui mata.
Fenomena ini tampaknya sangat dekat dengan suatu ilmu yang mempelajari tanda-tanda pada struktur jaringan iris mata yang disebut iridologi. Namun, menurut dr. Bertha Herlina, dokter spesialis penyakit dalam klinik Provitalitas, ada perbedaan antara iridologi dan fenomena itu. "Bukan hanya pengobatan, tapi iridologi lebih pada pencegahan," katanya.
Bertha mengatakan, iris adalah perluasan dari otak. Oleh karena itu, sesuatu yang terekam di dalam otak dapat terlihat pada serabut iris mata. Rekaman itu sebagai bentuk khas sesuai kondisi organ tubuh. "Tanda pada iris itu, representasi gambaran detail kondisi badan secara keseluruhan."
Analisa serabut iris mata akan memperlihatkan kondisi tubuh seseorang, apakah yang bersangkutan dalam keadaan baik atau tidak. Pola, struktur,

warna dan tingkat kecerahan di bagian iris mata menggambarkan keadaan bagian tubuh tertentu dan berhubungan dengan keadaan aktivitasnya, luka, iritasi atau adanya degerasi jaringan dan organ. Dari iris mata juga dapat diketahui apakah ada akumulasi racun akibat penggunaan NAZA (narkotik dan zat adiktif), ketidakstabilan nutrisi dan bahan kimia, serta kemajuan pengobatan yang sedang dilakukan
Iridologi tidak bisa menyatakan ada tidaknya penyakit tertentu dalam tubuh, tetapi hanya menyajikan informasi tentang kondisi jaringan tubuh dan mengindikasikan kecenderungan ke arah adanya gangguan dalam tubuh, meski gejalanya masih belum terlihat. Dengan demikian, iridologi dapat memberikan rekomendasi upaya preventif menghindari kondisi yang lebih buruk. Selanjutnya, dapat memberikan arahan untuk upaya kuratis penyehatan dan mengetahui efektifitas pengobatan yang telah dilakukan.
Yang harus diingat, iridologi tidak dapat digunakan untuk menentukan lokasi parasit atau kuman-kuman di tubuh, tapi hanya menujukan adanya inflamasi dan kondisi racun yang diakibatkan kehidupan parasit atau kuman. Iridologi juga tak bisa dijadikan petunjuk hamila tidaknya seorang wanita, karena kehamilan merupakan kondisi normal dalam badan seorang wanita.
Pada intinya, menurut dr. Bertha, iridologi berguna untuk mengetahui derajat kesehatan tubuh, kekuatan dan kelemahan tubuh, kelemahan dan kekuatan organ serta jaringan dan sendi. Selain itu dapat diketahui pula metabolisme dan penyerapan dalam pencernaan, kadar kelelahan fisik,
stress, potensi kelupaan, pola tidur, polusi lingkungan, kekebalan tubuh, kualitas energi syaraf dan tingkat penuaan.
Filosofi iridologi, menekankan pada pengobatan pasien bukan pada penyakitnya. Dengan mengetahui gangguan yang menyebabkan keluhan atau penyakit seseorang, tidak hanya diobati penyakitnya saja, tetapi dapat dicegah untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih baik.
Orang yang pertama kali merintis cabang ilmu ini adalah Dokter Ignatz Von Peczely yang berasal dari Hungaria. Dia pertama kali menemukan iridologi pada tahun 1861, yang dianggap sebagai tahun kelahiran iridologi. Hasil penelitian Bapak Iridologi, ditemukan tanda dan konfigurasi pada iris seseorang mengidentifikasikan adanya penyakit atau kelainan organ di dalam badan orang tersebut. Perkembangan iridologi kemudian mengalami kemajuan yang sangat fantastik seiring dengan perkembangan teknologi.
Perkembangan teknologi, mengantarkan ilmu ini mencapai kesempurnaan. Perkembangan teknik kamera digital, salah satu faktor yang mempercepat kemajuan ilmu iridology. Teknik kamera ini, dapat memeriksa iris lebih sempurna sehingga menghasilkan suatu standarisasi "atlas iris topografi" yang lebih akurat dan detail, perkembangan ini kemudian dikenal sebagai iridology digital. (Maya/E. Karel Dewanto)


Ada yang bilang, mata itu adalah jendela hati, kalo ga salah itu kata
guru bahasa Indonesia saya.

Tapi ternyata pepatah tersebut salah sodara-sodara, yang benar adalah, mata itu jendela hati, jantung, ginjal, usus, limpa dan lain-lain.

Lho kok?

Iya, dg memperhatikan pola iris mata (kalo orang Indonesia biasanya warna coklat-hitam), kita bisa mengetahui keadaan kesehatan seseorang. Ilmu yang mempelajari diagnosa penyakit lewat iris mata ini disebut iridologi.

Adalah Ignaz Von Peczely (1826-1911) seorang anak muda dari Budapest, Hungaria secara tidak sengaja menemukan burung hantu yang patah kakinya. Ia bermaksud melepaskan burung hantu itu tetapi dia melihat ada sebuah goresan pada mata burung hantu. Burung hantu itupun dirawatnya, dan setelah sembuh tanda goresan dimatanyapun hilang. Hal ganjil ini menggugah rasa ingin tahu Peczely dan terus membekas dalam ingatannya.

Setelah dewasa dan menjadi seorang dokter, ia secara konsisten melakukan penelitian terhadap tanda-tanda yg berhubungan dg keadaan orang sakit (padien), hingga akhirnya terciptalah Iridology Chart yg pertama dan Ignatz Von Peczely dikenal sebagai bapak iridologi. Kemudian iridology chart disempurnakan dan disusun kembali oleh dr. Bernard Jensen berdasarkan hasil penelitian dan observasinya bertahun-tahun.



Mendeteksi Organ Lewat Iris

Dalam iridology chart ini, secara umum, mata kiri mewakili organ-organ bagian kiri seperti kepala bagian kiri, jantung, ginjal kiri dsb. Adapun mata kanan mewakili organ-organ bagian kanan seperti kepala bagian kanan, paru-paru kanan, hati, ginjal kanan, kaki kanan dsb.

Masing-masing iris mata, baik kanan maupun kiri, dibagi menjadi tujuh zona lingkaran yang menggambarkan organ-organ tubuh. Apabila terdapat bercak atu goresan pada zona tertentu, maka diduga ada masalah yang berkaitan dg organ yg tergambar pada zona yg dimaksud. Bentuk luka dan kedalamannya menggambarkan tingkat keparahan penyakit, mulai dari akut, sub akut, kronis hingga degenaratif. Apabila penyakit berangsur sembuh, maka luka atau bercak pada iris perlahan akan hilang dan akan tumbuh serat-serat iris yang baru.

Mata yang sempurna (strong constitution) memiliki jalinan serat yang rapat dan teratur. Keadaan ini menggambarkan kondisi tubuh yang tidak mudah diserang oleh berbagai penyakit. Adapun mata yang menggambarkan kondisi tubuh lemah (weak constitution) memiliki jalinan serat yang menyerupai bunga karang.

Diagnosa penyakit lewat iridologi ini diyakini mampu menggambarkan kondisi seluruh sistem organ tubuh manusia, bahkan sebelum seseorang merasakan gejala penyakit. Tingkat ketepatannya mencapai 80 %. Namun, ada beberapa hal yg tidak bisa dideteksi dg ilmu ini, antara lain:


1. tekanan darah dan tahap kencing manis
2. obat-obatan yang dimakan oleh pasien
3. penyakit atau pembedahan terdahulu
4. kehadiran logam berat dalam tubuh
5. masalah gigi
6. kehamilan dan penyakit kelamin
7. tumbuhnya tumor atau kanker
8. batu empedu atau kantung kemih, dll

sebaliknya, iridologi sangat baik dan mendekati sempurna untuk penggambaran kondisi usus besar. Dimana keadaan usus besar ini dapat diteropong lewat lingkaran yang berada dekat pupil, antara zona 1 dan 2. lingkaran yangsangat khas dan terlihat jelas ini dinamakan ANW. Bentuk dan ukuran ANW dianalogikan dengan usus besar. Apabila ANW terlihat ’melendung’ ke samping kiri, maka dipastikan ada masalah pada usus besar desendens (usus turun) berupa penumpukan kotoran, sehingga usus pada bagian ini membengkak. Kasus ini dinamakan balloned sigmoid. Selain itu dapat dilihat masalah-masalah lain seperti penyempitan usus (stricture), usus melintang jatuh ke bawah (prolapsus), kejang usus (spasm), bisul pada usus (pocket bowel), dll.




Penutup

Iridologi, sebagaimana ilmu-ilmu lainnya, terus berkembang seiring banyaknya penelitian yang dialkukan. Perkembangan ini tentunya juga didukung oleh perkembangan teknologi. Dalam tahapan sederhana, iris bisa diamati dengan bantuan senter. Namun tidak sedikit praktisi iridologi kini menggunakan kamera digital dan komputer untuk memudahkan analisa.

Selain pemahaman teori, tingginya ’jam terbang’ seorang praktisi sangat menentukan ketajaman skill yang dimilikinya.







Iris Mata Sang Jendela Kondisi Tubuh
Pepatah mengatakan, "Mata adalah jendela hati". Ternyata tidak hanya itu, melalui pengamatan salah satu bagian kornea mata tepatnya pola iris mata, seorang ahli iridologi bisa mendeteksi keadaan kesehatan seseorang. Iridologi biasanya dilakukan sebagai pemeriksaan awal suatu pengobatan alternatif.
HAJI Hanafi (71), selama 2 tahun (2004-2005) menderita suatu penyakit. Setelah dirawat di RS selama 2 minggu, kaki kirinya harus diamputasi. Diduga ia menderita kanker tulang. Bayangan mengerikan menghantui Hanafi dan keluarganya. Pihak keluarga menolak Hanafi diamputasi. Pengobatan alternatif pun dijalani Hanafi dengan tekun. Meski memperlihatkan perbaikan, berat badan Hanafi yang 76 kg sempat turun drastis menjadi 50 kg.
"Alhamdulillah, dengan disiplin minum obat herbal buatan Cina dan yakin kepada Allah, selama 5 bulan saya bisa turun dari tempat tidur. Kini, kondisi saya sudah pulih, walau masih lemah. Berat badan Saya berkisar 74 hingga 75 kg dan sudah bisa nyetir mobil lagi," kata Hanafi, pensiunan Kepala Sekolah SMP Negeri Cicalengka.
Pemilihan herbal tersebut diputuskan setelah Hanafi mengetahui dengan pasti apa penyakitnya. Ini dideteksi melalui ilmu Iridologi.
Pertama kali menjalani iridologi oleh dr. Rini, kondisi kesehatan Hanafi sudah dalam keadaan parah. "Hasilnya, sepertinya semua organ tubuh saya tidak ada yang bagus, alias banyak penyakit. Waktu itu saya merasa putus asa," ungkap Hanafi, ayah 5 anak dan kakek 14 cucu. Setelah melakukan iridologi, ternyata Hanafi menderita kanker kelenjar getah bening. Selama 5 bulan, dan sampai saat ini Hanafi masih setia mengonsumsi obat herbal buatan Cina. Kini, kegiatan sehari-hari Hanafi berkebun dan mengurus ternak.
Lain lagi dengan Ria, 40 tahun, PNS, ia berobat ke Klinik Thibbun Nabawi karena keluhan cepat lelah, sembelit, tangan kanan cepat pegal, dan lemas.
Keluhan Ria, berdasarkan iridologi keluhannya bersumber dari pencernaan yang daya serapnya kurang baik. Hal ini disebabkan pola makan dan pola hidup yang tidak teratur. Kini, Ria rajin mengonsumsi madu, teh herbal, suplemen Omega-3, juga terapi sengat lebah pada tangan sebelah kanan. "Hasilnya, lumayan membaik," kata Ria yang masih gadis itu. Hampir setiap 3 bulan Ria menjalani iridologi, untuk cek rutin saja.
**
Upaya untuk memahami perubahan di dalam mata dan menghubungkan perubahan tersebut dengan perubahan yang terjadi di dalam tubuh manusia, sudah dimulai sejak Chaldean kuno. Referensi yang pertama kali didokumentasikan adalah hasil tulisan dokter Philippus Meyers dalam bukunya Chiromatica Medica yang diterbitkan pada 1670 di Dresden.
Dua puluh lima tahun kemudian, Johann Eltzholtz mengumumkan hasil penelitiannya dan hampir seabad kemudian di tahun 1786 Christian Haertels menerbitkan disertasi di Gottingen berjudul De Oculo et signo (mata dan tanda-tandanya). Akan tetapi, pelopor iridologi seperti yang diketahui belakangan ini adalah dr. Ignatz von Peczely, seorang dokter medis asal Hungaria dan Rev Nils Liljequist, seorang pendeta Swedia, yang sejak abad ke-19 keduanya dapat disebut sebagai Bapak Iridologi.
Ignatz von Peczely (1826-1911) di usianya yang ke-10, secara tidak sengaja menemukan burung hantu yang patah kakinya. Ia bermaksud mele-paskan burung hantu itu tetapi dia melihat ada suatu goresan pada mata burung hantu tersebut. Burung hantu itu pun dirawatnya, dan setelah sembuh tanda goresan di mata pun hilang.
Setelah dewasa dan menjadi seorang dokter, ia secara konsisten melakukan penelitian terhadap tanda-tanda yang berhubungan dengan keadaan orang sakit (pasien). Pengamatannya serta hasil penelitiannya saat dia menjadi dokter di suatu rumah sakit pada pasien-pasien yang menjalani pembedahan dan pada autopsi mayat untuk menentukan penyakitnya sebelum meninggal. Dr Ignatz von Peczely menghasilkan chart (peta) pertama iridologi yang kemudian mengalami penyempurnaan berdasarkan hasil penelitian dan observasinya bertahun-tahun terhadap sekitar 350.000 pasien, sampai kemudian didapatkan chart yang dianggap sempurna yang diperkenalkan oleh dr. Bernard Jensen pada tahun 1982 dan dipergunakan oleh iridolog-iridolog di seluruh dunia sampai saat ini.

Pencegahan memang jauh lebih baik ketimbang mengobati. Apabila terdeteksi telah terjadi suatu kelemahan dalam tubuh, kita dapat mengobati penyakit yang menjangkiti tubuh dengan cara yang lebih tepat. Iridologi memberikan perspektif khusus terhadap konsep dan praktik pengobatan preventif. "Iridologi adalah analisis yang dapat menyingkapkan keadaan sebelum munculnya tanda dan gejala suatu penyakit. Informasi ini merupakan suatu aset yang sangat penting dalam menentukan tindakan terapi atau pengobatan," kata dr. Rini Damayanti, DCN.
Iridologi sebetulnya merupakan ilmu pengetahuan dan praktik dalam mengevaluasi refleksi kondisi atau ekspresi jaringan maupun organ tubuh seseorang melalui iris mata.
Menurut Rini, melalui iridologi bisa dilihat kondisi tubuh seseorang secara keseluruhan.
Pada iridologi, gambaran iris mata kanan menggambarkan separuh bagian kanan tubuh, di antaranya hati, pangkreas, kepala bagian kanan, paru-paru kanan, ginjal kanan, kaki kanan. Sedangkan iris mata kiri menggambarkan bagian tubuh sebelah kiri, seperti kepala bagian kiri, jantung.
"Masing-masing iris mata, baik kanan maupun kiri, dibagi menjadi tujuh zona lingkaran yang menggambarkan organ-organ tubuh. Apabila terdapat bercak atau goresan pada zona tertentu, diduga ada masalah yang berkaitan dengan organ yg tergambar pada zona yg dimaksud. Bentuk luka dan kedalamannya menggambarkan tingkat keparahan penyakit, mulai dari akut, subakut, kronis hingga degenaratif. Apabila penyakit berangsur sembuh, luka atau bercak pada iris perlahan akan memudar dan kemudian menghilang," kata Rini yang mempelajari iridologi saat mengambil program master tentang Natural Healing Art & Science (makanan sehat/organik) dari Amerika pada tahun 1993. Sesi iridologi didalami Rini tahun 1995, langsung dari dr. Bernard Jensen, salah seorang pelopor iridologi.
Mata yang sempurna (strong constitution) memiliki jalinan serat yang rapat dan teratur. Keadaan ini menggambarkan kondisi tubuh yang tidak mudah diserang oleh berbagai penyakit. Adapun mata yang menggambarkan kondisi tubuh lemah (weak constitution) memiliki jalinan serat yang menyerupai bunga karang.
Diagnosa penyakit lewat iridologi ini diyakini mampu menggambarkan kondisi seluruh sistem organ tubuh manusia, bahkan sebelum seseorang merasakan gejala penyakit. Tingkat ketepatannya mencapai 80 %. Namun, ada beberapa hal yg tidak bisa dideteksi dengan iridologi antara lain tekanan darah dan tahap kencing manis, obat-obatan yang dimakan oleh pasien, penyakit atau pembedahan terdahulu, kehadiran logam berat dalam tubuh, masalah gigi, kehamilan dan penyakit kelamin, tumbuhnya tumor atau kanker, batu empedu atau kantung kemih, dll.
Sebaliknya, iridologi sangat baik dan mendekati sempurna untuk penggambaran kondisi usus besar. Keadaan usus besar ini dapat diteropong lewat lingkaran yang berada dekat pupil, antara zona 1 dan 2. lingkaran yang sangat khas dan terlihat jelas ini dinamakan ANW. Bentuk dan ukuran ANW dianalogikan dengan usus besar. Apabila ANW terlihat melendung ke samping kiri, dipastikan ada masalah pada usus besar desendens (usus turun) berupa penumpukan kotoran, sehingga usus pada bagian ini membengkak. Kasus ini dinamakan balloned sigmoid. Selain itu dapat dilihat masalah-masalah lain seperti penyempitan usus (stricture), usus melintang jatuh ke bawah (prolapsus), kejang usus (spasm), bisul pada usus (pocket bowel).
Menurut Sofyan Fauzi, 40 tahun, terapis di Klinik Thibbun Nabawi, iridologi tidak bisa melihat penyakit, tapi hanya bisa melihat gambaran kondisi organ apakah normal, akut, atau kronis. "Bagi kami yang bergerak di bidang herbal tanda-tanda seperti itu sudah cukup, tidak perlu tahu penyakit. Karena penyakit itu istilah kedokteran yang juga harus diobati dengan teori mereka," kata Sofyan yang sejak 2 tahun lalu mendalami iridolog dan terjun langsung menangani pasien.
"Sebagai herbalis tentu memberi pengobatan dengan herbal, semata-mata meningkatkan pertahanan tubuh, bukan membunuh virus atau bakteri," ujarnya menambahkan. Rumusnya, "keseimbangan". Allah menciptakan manusia tidak dengan sia-sia.
Menurut pengalaman Rini, penyebab sakit seseorang itu tidak hanya dari fisiknya saja, tapi banyak karena stres. Pada selaput pelangi mata (iris mata) terdapat 28.000 serabut saraf yang dihubungkan ke otak melalui saraf optikus. Dari sana ribuan serabut syaraf tadi berhubungan dengan seluruh organ tubuh melalui serabut syaraf otonom. Perubahan kondisi organ tubuh tergambar dengan jelas pada mata kita melalui perubahan pola serat dan warna iris mata.
Iridologi membutuhkan teknik yang sangat tinggi bagi pemeriksa. Pasien yang sedang diperiksa mungkin akan merasa tidak nyaman karena harus melotot lama. Namun, itu tak terlalu mengganggu jika kita berpikir akan manfaatnya.
Namun, kini "penderitaan" pasien itu akan sedikit berkurang karena ada teknik komputer. Rini hanya perlu mengambil memotret dengan kamera digital, lalu disimpan dan dianalisa di komputer. Pasien bisa tahu penyakitnya secara global saat itu.
Umumnya, reaksi perbaikan dalam gambaran iridologi sekitar 3 bulan paling cepat. Tetapi reaksi orang tersebut terhadap terapi yang diberikan sekitar 2 minggu sudah kelihatan. "Apalagi kalau terapi herbal harus kita awasi dalam 7-10 hari pertama," kata Rini.
Kalau ada penyakit yang kira-kira harus dioperasi, Rini bisa mengirim ke bagian bedah, atau bagian lain yang lebih kompeten.
Iridologi hanya bisa membedakan kelainan akut, subakut, kronik atau degeneratif (kanker, diabetes, dll.). "Tetapi sejauh mana penyakit itu sudah berkembang atau berjalan, saya konsultasi ke bagian lain. Misalnya harus dioperasi, kemo, radiasi, silakan. Saya support dengan makanan (herbal) untuk memperbaiki sel yang rusak akibat tindakan di atas. Karena yang bisa memperbaiki jaringan itu hanya makanan," tutur Rini.
Rini lebih memilih mengobati orang dengan menyarankan makanan sehat (herbal). "Walaupun cukup lambat perjalanan penyembuhannya, tapi lebih nyaman dan lebih aman," ungkap Rini, lulusan Fakultas Kedokteran Unpad tahun 1981.
Ada hal lain yang semestinya dipunyai pasien selain pengobatan herbal atau medis. "Di sini yang harus di-support adalah keinginan untuk sembuh, motivasi. Prinsipnya, Allah menciptakan kita sudah dalam keadaan sempurna, seimbang. Kita sendiri yang merusak keseimbangan tersebut, " kata Rini.
Sebetulnya kekuatan penyembuhan ada pada diri kita sendiri. Itu yang harus dipacu. "Insya Allah penyembuhan terjadi dengan cepat," kata Rini yang juga konsultan gizi.
Sumber : Pikiran Rakyat Online


Kesurupan menurut penjelasan islam




Hadits riwayat Shofiya binti Huyaiy ra, ia berkata :
Suatu malam ketika Nabi saw sedang beriktikaf, aku datang
mengunjungi beliau untuk mengajak bicara. Setelah itu aku pun
bangkit berdiri untuk pulang dan Rosulullah saw ikut bediri untuk
mengantarkanku. Tempat tinggal Shofiyah adalah di rumah Isman bin
Zaid. Tiba-tiba lewat dua orang Anshor. Tatkala mereka melihat Nabi
saw mereka mempercepat jalan mereka lalu Nabi saw berseru :
Tunggulah ! Dia adalah Shofiyah binti Huyaiy. Mereka berdua segera
menyahut : Maha Suci Allah, ya Rosulullah ! Rosulullah saw
bersabda : Sesungguhnya setan itu berada di dalam aliran darah tubuh
manusia dan aku khawatir akan menimbulkan prasangka buruk di hati
kalian atau mengatakan sesuatu. (HR.Bukhori, Muslim)


"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembah-Ku (Adz Dzaariyaat : 56)
Sementara, Iblis adalah termasuk nenek moyangnya bangsa jin yang
membangkan terhadap Alloh. Iblis inilah yang kemudian mempengaruhi
kedua makhluk ini, jin dan manusia, kenapa urutannya begini karena
penciptaannya memang jin terlebih dahulu kemudian manusia, salah
satu keistimewaan ayat Alloh, selalu minnal jinnati wannas dan
bukannya minannas wal jinah karena proses penciptaan kedua makhluk
ini yang berbeda, jin lebih dulu.
Perlu digaris bawahi bahwa orang non muslim,
atau orang yang tidak
mengimani Alloh dan Rosul dan risalah yang dibawanya adalah bukan
merupakan target mereka seperti yang pernah Iblis sendiri katakan
kepada Alloh,
"Iblis menjawab, 'Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,
saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau
yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari
belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak
akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).'" (al-A'raaf: 16-
17)
"Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan
membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh
mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-
benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan
Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.' Barangsiapa yang
menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya
ia menderita kerugian yang nyata." (an-Nisaa`: 119)
Jadi hanya muslim dan orang Islam yang beriman kepada Alloh
sajalah yang menjadi target para jin, syetan dan iblis ini. Karena
bentuk mereka yang ghoib, yang diserang tentu saja adalah ghoib juga
yang dalam tubuh manusia yaitu Ruh, sementara mengenai Ruh ini,
"Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi
pengetahuan melainkan sedikit". (Al Israa': 85)
Jadi pada saat terjadi kerasukan atau kemasukan, adalah ruh
manusia itulah yang dikalahkan oleh jin, syetan dan iblis ini,
sementara seonggok tulang berbalut daging yang dialiri darah dan
udara atau tubuh ini, menjadi
"wadah" yang di ambil alih.
Segitu dulu yah, mudah mudahan Bisa bermanfaat Bagi Anda yang membacanya...

KEAJAIBAN HATI


Rosululloah bersabda: Sesungguhnya di dalam tubuh anak Adam terdapat segumpal daging, Jika ia baik maka baiklah tubuh ituseluruhnya, dan anggota anggota tubuh yang lain akan membuatnya baik, Ia adalah Hati,,.
Dari hadits di atas bisa di pahami, bahwa dalam tubuh manusia yang paling pokok adalah hati. Ia adalah pemimpimpin yang di patuhi dalam dunia tubuh. Anggota tubuh lainya hanyalah bagikan rakyat yang saling dukung mendukung.
MA'NA HATI,RUH, NAFSU dan AKAL.
Ma'na hati bisa di bagi menjadi 2 yaitu:
Pertama: Segumpal daging yang berbantuk pohon cemara yang treletak pada dada sebalah kiri. Di dalamnya terdapat rongga yang berisi darah hitam. Ini adalah sumber Ruh, daging ini dalam bentuknya yang seperti itu,,terdapat pula pada binatang dan orang orang yang sudah mati.
Kedua : luthf robbani rudhoni, yang ,memiliki kaitan dengan daging ini. luthf robbani ini mengenal Alloh SWT. Ia mengetahui apa yang tidak di capai khayalan pikiran. Ia merupakan khakekat manusia. Inilah yang di ajak bicara. Terhadap ma'na ini di tunjukan dengan firman Alloh:
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat peringatan bagi orang orang yang memiliki ihati. ( QS. Qof 50;37 ). Kalau yang di maksud ayat ini adalah hati yang berbentuk pohon cemara, maka itu terdapat pada diri setiap orang.
Jika kita telah mengetahui hal ini, maka perlu kita ketahui bahwa kaitan luthf dengan Daging yang berbentu pohon cemara adalah hubungan yang tidak jelas, tidak dapat di jelaskan,melainkan bergantung pada kesaksian (Musyaahadah )dan penyingkspan ( Al 'Iyaan ). Berarati dapat di sebutkan bahwa Ia seperti Raja sedangkan dagingnya ibarat negeri atau kerajaan, karena kalau hubunganya bersifat kebetulan, maka tidak sesuai dengan ma'na ayat : Sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya. ( QS Al Anfaal 8;24 )
RUH
Ruh juga memilki dua ma'na yaitu:
Pertama : Ruh dalam dalam pengertian Biologi, yaitu benda halus yang bersumber dari darah hitam di dalam rongga hati yang berupa daging berbentuk pohon cemara. Benda halus ini tersebar memlalui pembuluh nadi dan pembuluh balik pada bagian seluruh tubuh. Benda halus ini seumpama lampu di dalam sebuah rumah yang menerangi seluruh sudut rumah. Itulah yang di maksudkan para Dokter dentan nama Ruh ( nyawa ) .
Kedua : luthf Robbani, yang merupakan khakekat hati.
Ruh dan hati saling bergantian mengacu pada luthf tersebut dalam satu keteraturan. Hal ini di tunjukan dalam Firman Alloh:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang Ruh, katakanlah," Ruh itu termasuk urasan Tuhanku " ( QS Al Isro' 17; 85 ).
NAFSU
Nafsu juga memiliki ma'na yaitu:
Ma'na yang mencakup kekuatan marah, Syahwat dan sifat sifat tercela.
Inilah yang di maksud sabda Nabi SAW: Sesungguhnya musuh yang paling utama adalah Nafsumu yang terletak di antara dua
lambungmu. Dan inilah yang kita di perintahkan untuk memerangi dan mematahkanya.

Yaitu salah satu ma'na Ruh, Hati dan juga Nafsu. Ruh dan Hati berkaitan denga luthf itu . Itu merupakan khakikat manusia yang membedakanya dari Binatang. Apabila luthf itu menjadi suci, dan Agung karena Dzikir kepada Alloh SWT,Maka ia akan mampu menghapus noda noda Syahwat dan sifat sifat tercela.



Upah Bekam itu Khobits (Jelek)



Oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Liqo’at Al Bab Al Maftuh, 213/14

Syaikh rahimahullah pernah ditanya:

Terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa ‘upah bekam itu khobits (jelek)’. Namun sebaliknya dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi upah pada tukang bekam. Bagaimana mengkompromikan dua hadits semacam ini?

Beliau rahimahullah menjawab:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menyebut bawang merah, bawang bakung dan semacamnya dengan sebutan khobits (jelek). Apakah benda-benda tersebut halal atau haram? Jawabannya, bawang dan semacamnya tadi adalah halal. Upah bekam semisal dengan ini. Khobits yang dimaksudkan adalah jelek (buruk). Jadi yang dimaksudkan adalah tidak sepantasnya tukang bekam itu mengambil upah. Kalau ingin mengambil upah, seharusnya dia mengambil sekadarnya saja tanpa ambil keuntungan. Jadi, upah bekam ini bukanlah haram. Oleh karena itu, Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- berargumen dengan pemberian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu upah pada tukang bekam, sehingga ini menunjukkan bahwa upah bekam tersebut adalah halal. Ibnu ‘Abbas mengatakan,


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbekam dan beliau memberi orang
yang membekam upah. Seandainya upah bekam itu haram, tentu beliau tidak akan memberikan padanya.” [1]

Jadi khobits memiliki makna arti. Kita dapat melihat pada firman Allah ‘azza wa jalla,

“Nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang khobits (yang buruk-buruk) lalu kamu menafkahkan daripadanya.” (QS. Al Baqarah: 267)

Apa yang dimaksud dengan khobits dalam ayat di atas? Khobits yang dimaksudkan adalah sesuatu yang jelek (buruk). Jadi tidak setiap kata khobits bermakna haram. Kadang khobits bermakna jelek (buruk). Atau kadang pula khobits adalah sesuatu yang tidak disukai.

Diterjemahkan oleh hamba yang sangat butuh pada ampunan Rabbnya: Muhammad Abduh Tuasikal

Waktu-waktu berbekam
Ibnul Qoyyim berkata, “Penulis Al-Qônûn berkata, ‘Perintah penggunaan terapi bekam tidak di awal bulan, karena berbagai unsur pada saat itu belum bergerak dan bergolak, juga tidak di akhir bulan, karena pada saat itu berbagai unsur tersebut telah berkurang, tetapi diperintahkan di pertengahan bulan ketika seluruh unsur dalam puncak pergolakannya dalam proses per-tambahan karena pengaruh pertambahan cahaya dari sinar bulan’.”Sabda Nabi, “Sebaik-baik pengobatan kalian adalah bekam”, merupakan isyarat bagi para penduduk Hijâz dan negara-negara beriklim panas, karena darah mereka lembut dan lebih cen-derung kepada penampilan lahir badan mereka, karena tarikan panas yang mengenainya ke permukaan tubuh.

Penulis Al-Qônûn berkata, “Waktu-waktu pelaksanaannya di siang hari adalah pada jam dua atau jam tiga, dan harus diupayakan sehabis mandi, kecuali orang yang memiliki darah kental, maka ia harus mandi, lalu bersantai dulu selama satu jam, kemudian baru berbekam.”322)

Waktu-waktu Berbekam Sesuai Kebiasaan NabiDiriwayatkan dari ‘Abdullôh bin Mas‘ûd, ia berkata : Rosululloh Shallallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah pada tanggal tujuh belas, sembilan belas, dan dua puluh satu.”323)

Dari Abû Huroiroh ra, ia berkata : Rosululloh Shallallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa berbekam pada tanggal tujuh belas, sembilan belas, dan dua puluh satu, maka itu menyembuhkan segala penyakit.”324)

Dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata : Rosululloh Shallallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Berbekam sebelum sarapan paling ideal, ia meningkatkan ke-mampuan akal, menguatkan kemampuan menghafal, menambah kuat hafalan orang yang sudah hafal. Barangsiapa berbekam, hendaklah berbekam pada hari Kamis, dengan nama Alloh.

Hindarilah berbekam pada hari Jumat, hari Sabtu, dan hari Ahad, tetapi berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindari pula berbekam pada hari Rabu, karena hari Rabu adalah hari ketika Ayyûb terkena balâ’.
Tidak pernah muncul kusta dan vitiligo kecuali pada hari Rabu dan malam Rabu.”325)

Kholâl berkata, "Ishmah bin ‘Ishôm memberitahuku, ia berkata : Hanbal telah bercerita kepada kami, ia berkata, ‘Abû ‘Abdullôh Ahmad bin Hanbal biasa berbekam pada waktu apa saja ketika darah bergolak, jam berapa pun’.”326)

Kholâl juga mengutip dari Ahmad bahwa ia tidak menyukai berbekam pada hari-hari yang disebutkan, sekalipun hadits tersebut tidak kuat.327)

Ibnu Hajar Al-‘Asqolânî berkata, “Karena hadits-hadits ini tidak ada satu pun yang shohih, maka Hanbal bin Ishâq berkata, ‘Ahmad biasa berbekam di waktu kapan saja dan pada jam berapa pun ketika darahnya bergolak’.”328)

Saya katakan bahwa waktu paling utama untuk menjalani terapi bekam adalah sebagaimana yang diriwayatkan kepada kita mengenai kebiasaan Nabi Shallallhu ‘Alaihi Wasallam dalam berbekam, dan apabila ada perselisihan pendapat mengenai keshohihan hadits yang menetapkan waktu tersebut, hendaklah kita mengambil riwayat yang kuat saja tentang berbekamnya beliau Shallallhu ‘Alaihi Wasallam.Dalam Ash-Shohîhain telah diriwayatkan secara shohih bahwa beliau berbekam di kepala beliau pada saat beliau melaksanakan ihrom, karena sakit syaqîqôh (migrain).329)

Diriwayatkan pula bahwa beliau Shallallhu ‘Alaihi Wasallam berbekam setelah me-makan daging kambing beracun.Diriwayatkan pula bahwa beliau berbekam di punggung telapak kakinya, setelah beliau terjatuh dari atas kuda.
Dari hadits-hadits ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa Nabi Shallallhu ‘Alaihi Wasallam biasa berbekam ketika sakit, beliau tidak menunggu datang-nya waktu tertentu, andaikata beliau perlu menunggu waktu, niscaya beliau menunggu waktu setelah ihrom.

Secara ilmiah dan medis, sekalipun waktu-waktu yang telah ditetapkan oleh para ulama ini merupakan waktu yang paling baik dan utama untuk berbekam, disebabkan oleh bergolaknya darah pada hari-hari sempurnanya sinar bulan ini, akan tetapi berbekam ketika sakit tentu lebih baik lagi, karena ketika itu darah lebih bergolak.

Alat Bekam Antara yang Kuno dan ModernDiriwayatkan dari Ibnu ‘Abbâs, ia berkata, “Nabi Shallallhu ‘Alaihi Wasallam ber-bekam di kepala, pada saat beliau melaksanakan ihrom dikare-nakan sakit yang menimpa beliau dengan Lahyi Jamal.”330)

Mengenai hal ini, sebagian ulama331) mengatakan bahwa Lahyi Jamal adalah alat yang digunakan Nabi Shallallhu ‘Alaihi Wasallam untuk berbekam. Yakni, beliau Shallallhu ‘Alaihi Wasallam berbekam dengan menggunakan tulang unta.332)

Saat ini, ada banyak alat bekam, di antaranya ada yang meng-gunakan api, ada yang menggunakan gelas udara dan alat penghisap, ada yang menggunakan listrik, dan sebagainya.Yang penting, masing-masing alat tersebut memiliki sifat menghisap, baik dengan metode modern maupun metode kuno...