Kepemimpinan dalam Islam
Bagaimana
Memilih Pemimpin
لَّا يَتَّخِذِ ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ
مِنَ ٱللَّهِ فِى شَىْءٍ إِلَّآ أَن
تَتَّقُوا۟ مِنْهُمْ تُقَىٰةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ ﴿٢٨﴾
“Janganlah orang-orang mukmin
mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang
mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah dari pertolongan alloh,
kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka,
dan alloh memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya, dan hanya kepada alloh
kamu kembali”. QS. Ali imron : 28,
Suatu ketika diriwayatkan oleh
Ibnu Jarir dari Jalur Ibnu Abbas, salah seorang sahabat dari golongan ansor
bernama Hajajj bin amr memiliki teman-teman yahu dibernama Kaab bin Asyraf, Ibnu
Abu Haqiq dan Qais bin Zaidah dan sering memberi mereka sedekah, lalu
sahabat-sahabat yang lain bernama Rifaah bin Munzir, Abdullah bin Zubair dan Saad
bin Hastmah menasehati Hajajj supaya menjauhi teman-teman yahudinya ini.
Syahdan, tafsir Alqurthubi
menjelaskan asbabun nuzul ayat ini
dengan mengaitkan pada peristiwa perang khandak,dimana ketika itu madinah
sedang diliputi kepanikan menjelang terjadinya perang antara kaum kafir quraish
yang dibantu oleh golongan yahudi. Salah seorang sahabat bernama Ubadah bin Shamit
memberikan usul kepada Nabi dan para Sahabatnya “wahai Nabi Alloh, aku membawa
lima ratus orang yahudi, mereka akan keluar bersamaku dan akan ikut memerangi
musuh, lalu kemudian alloh menurunkan ayat ini.
Para ahli tafsir menafsirkann
ayat ini sebagai peringatan bagi kaum muslimin agar tidak memberikan
kepercayaan terutama dalam hal kepemimpinan atau wali/aulia kepada orang yang
bukan muslim. AlQurthubi setidaknya menjelaskan ada tiga hal yang mendasari
kenapa orang-orang muslim dihimbau untuk tidak memberikan kepercayaan kepada
non muslim :
- Kaum non muslim tidak akan bisa menjaga kehormatan keimanan kaum muslimin. Kaum muslimin diprancis dibawah kepemimpinan presiden Nicholas Sarkozy atas dasar pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat, melarang penggunaan simbol-simbol yang dikenakan oleh tiap muslim, seperti penggunaan hijab bagi muslimah, diruang publik semisal sekolah, rumah sakit, dan kantor pelayanan publik. Bagaimana seorang muslim bisa menjalankan ritual ibadah keagamaan-nya dengan baik jika hak-hak dasarnya diabaikan.
- Kaum non muslim tidak bisa membela kepentingan kaum muslim. Ada banyak contoh untuk hal ini, sebut saja muslim yunani yang hendak membangun masjid agung, niatan mulia ini ditentang dewan perwakilan rakyat disana hanya karena “tidak bercirikan yunani” sebuah alasan yang mengada-ada. Adanya masjid tentu menjadi kepentingan bagi setiap muslim, karena disana ia akan bertemu dengan saudara seiman yang lain. Muslim di Afrika Selatan pernah mengalami hal serupa ketika kepentingan kaum muslimin disana diabaikan. Organisasi muslim disana pernah mengajukan petisi mengenai label halal untuk setiap obat dan makanan namun upaya ini ditentang. Tentu nasib yang menimpa muslim diafrika selatan adalah buah dari pemimpin yang bukan dari kalangan muslim. Pemimpin non muslim tidak akan mengerti kepentingan-kepentingan kaum muslim.
- Kaum non muslim bahkan cenderung mengajak muslim untuk mengikuti budaya dan kebiasaan yang berlaku dikalangan mereka. Hal ini jauh-jauh hari sudah disiratkan oleh AlQuran dalam surat Al-Baqoroh ayat 120.
وَلَن
تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ
ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ
الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ
مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
﴿١٢٠﴾
Janganlah kamu
menyusahkan dirimu demi memuaskan para pembangkang dari kalangan orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi rela. Sungguh mereka itu tidak akan merelakanmu
sehingga kamu mau menjadi pengikut agama yang dalam pandangan mereka itu berisi
petunjuk. Katakan kepada mereka, "Tidak ada yang lebih benar daripada
petunjuk yang diturunkan Allah dalam Islam." Barangsiapa tergoda untuk
mengikuti kehendak hawa nafsu mereka setelah mengetahui kebenaran yang Kami
turunkan kepadamu, maka sungguh mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan
penolong dari azab neraka selain Allah.
Menurut para ahli tafsir, ayat ini mengisyaratkan
bahwa sejatinya ada keinginan dalam setiap lubuk para kaum nasrani dan yahudi
untuk cenderung membawa keyakinan muslim kearah keyakinan yahudi dan nasrani.
Oleh karena itu, Alloh memperingatkan agar bahwasannya, jangan terus menerus
mengikuti kemauan dan keinginan yahudi dan nasrani karena mereka akan terus
berlaku seperti itu.
Dari ketiga poin tersebut, sudah jelas bahwa
urusan memilih pemimpin sejatinya sudah diterangkan oleh alloh kepada nabi
muhammad saw, bahwa setiap muslim sekiranya dan sudah menjadi keharusan untuk
memilih pemimpin yang seiman. Karena sejatinya, kesamaan iman adalah bentuk
persaudaraan yang akan membawa dalam hal aqidah, akhlak dan syariah.